DPP LDII: BSI Bisa Bantu Umat Islam Berdakwah dengan Ekonomi Syariah

Ketua DPP LDII Dr.Ardito Bhinadi saat audensi dengan BSI (Foto Lines)

Jakarta (29/1). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) melakukan silaturahim dan pembahasan terkait pembangunan dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Pada kesempatan ini, jajaran direksi BSI diwakili oleh Direktur Sales & Distribution, Anton Sukarna; Project Manager Funding, Hajj & Umrah (FHU) BSI, Toni Budi Kartono; Senior Vice President FHU BSI, Vita Andrianty; SVP Commercial Business BSI, Ivan Hartawan dan SVP Digital Business BSI, Wijayanto Wongsodipuro.

Anton Sukarna menyampaikan pentingnya membangun ekosistem ekonomi syariah dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. “InsyaAllah pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih sustain sehingga dapat melibatkan semua orang untuk terus menggerakkan perekonomian yang syariah,” ucap Anton.

Ekosistem ekonomi syariah tidak dapat maju apabila di dalamnya tidak terdapat komitmen dan integrasi. “Oleh sebab itu, berkembangnya ekonomi syariah dapat dimulai dari hal yang terkecil melalui komunitas,” tambah Anton.

Anton mengapresiasi perkembangan program perekonomian syariah yang sudah dilaksanakan LDII mulai dari pembentukan Usaha Bersama (UB) di tingkat Pimpinan Anak Cabang, pembiayaan melalui Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan E-Commerce syariah Pikub.com.

“Mudah-mudahan Bank Syariah Indonesia dapat menjadi bagian penting dari sistem ekonomi syariah yang telah ditetapkan oleh LDII, sehingga kedepannya semoga dapat diimplementasikan dalam sebuah kerja sama dan akan di selalu di evaluasi untuk perkembangan di masa depan,” jelas Anton.

DPP LDII mendukung upaya BSI mewujudkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mendukung pembangunan ekosistem ekonomi syariah. Ia berpendapat, masyarakat Indonesia yang 89 persen beragama Islam sudah seharusnya menerapkan ekonomi syariah, minimal di sektor pembiayaan mikro dan UMKM.

“Sebetulnya pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia adalah kebutuhan bagi kami. Sebagai lembaga dakwah, ekonomi syariah merupakan bagian dari upaya yang harus kami prioritaskan dan sebetulnya inilah pintu yang akan dibuka lebar oleh Bank Syariah Indonesia,” ujarnya.

KH Chriswanto Santoso optimistik, LDII mampu berkontribusi dalam menciptakan ekosistem ekonomi syariah. Menurutnya, sejak kecil warga LDII dididik untuk menerapkan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. LDII memiliki komunitas dengan warga yang kompak dan terorganisir dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan menerapkan ekonomi syariah bagi umat Islam, kami berharap kerjasama ini terealisasi sehingga masyarakat kami dapat syar’i alias membersihkan diri secara keseluruhan agar mudah mendapat pertolongan Allah,” ujarnya.

DPP LDII Mendukung upaya BSI mewujutkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. (foto Lines.)

Ketua DPP LDII Ardhito Bhinadi menambahkan, masyarakat dan warga LDII pada khususnya membutuhkan sebuah ekosistem ekonomi syariah, yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik sehingga dapat menjawab keluhan masyarakat terkait penerapan ekonomi syariah dalam kehidupannya.

Ardhito Bhinadi mengatakan bahwa warga LDII yang memiliki usaha sudah masuk dalam ekosistem ekonomi syariah. Salah satu dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, pengembangkan ekonomi syariah menjadi sebuah prioritas.

“Hingga saat ini kami belum mempunyai sistem pembayaran yang terintegrasi. Dalam diskusi awal, kami dapat bekerja sama dengan BSI. Kami berharap MoU yang ditandatangani nantinya dapat disosialisasikan bersama mulai dari DPD yang berada di kota dan DPW di Provinsi. Nantinya akan dikembangkan sampai ke PC di tingkat kecamatan dan PAC di tingkat kelurahan, “ jelasnya.

Arditho menyampaikan bahwa selain sebagai ajang silaturrahim, dialog yang ini dapat menjadi awal yang bagus untuk bagi kedua pihak. “Kami mendukung 100 persen kerja sama ini untuk mengintegrasikan dan menghadirkan sebuah ekosistem ekonomi syariah.

Ia mengharapkan kerjasama yang nantinya terjadi dapat menjadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. “Hingga saat ini, MoU sedang dalam proses menyeragamkan pikiran agar dapat tercapai sebuah kesepahaman antara kedua belah pihak,” pungkas Ardhito yang didampingi Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya.

Sementara itu tanggapan Ketua DPD LDII Gunungkidul  ” mendukung  sepenuhnya kegiatan yang dilakukan oleh DPP, hal ini sangat  mendukung sekali perkembangan ekonomi syariah didaerah, mudah mudahan ini bisa sebagai acuan kedepan untuk  pengembangan    ekonomi syariah di daerah lebih lanjut”.(sumber dpp*)

About wag. gino

Check Also

Pos PAM Senkom Mitra Polri Bantu Pengamanan Lebaran Hari Raya Idul Fitri

Gunungkidul, 9/4/2024. Arus mudik lebaran H-2 jalur menuju kota Wonosari tepatnya Bunderan  Siyono Kapanewon Playen …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *