
Gunungkidul — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Gunungkidul berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan pengajian Lailatul Qodr Ramadhan 1447 Hijriah yang diikuti tidak kurang dari 2.000 jamaah.
Kegiatan berlangsung secara hybrid, dengan pengajian tatap muka dipusatkan di Masjid Al-Husna Kemorosari 2, Piyaman, Kapanewon Wonosari. Sementara ribuan jamaah lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom yang terhubung di 18 Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Gunungkidul.
Pengajian diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ustadz Isrujito yang menambah suasana khidmat di tengah rangkaian ibadah Ramadhan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Drs. Wahono Budi Rustanto, dalam nasehat pembukanya mengajak jamaah memaksimalkan ibadah di bulan suci dengan meraih lima sukses Ramadhan.
“Lima sukses Ramadhan itu meliputi sukses menjalankan puasa, sukses melaksanakan sholat tarawih, sukses membaca Al-Qur’an, sukses meraih malam Lailatul Qodr, dan sukses menunaikan zakat fitrah,” ujarnya.
Menurut Wahono, lima amalan tersebut merupakan pondasi penting untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi utama pengajian disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Gunungkidul, Dr. Asrofi , S.Ag., M.Hum. Dalam ceramahnya ia menekankan pentingnya literasi keislaman sebagai langkah awal dalam menempuh ukuran kehidupan Islamiyah.
Ia menjelaskan bahwa keimanan dan ketakwaan dibangun melalui proses bertahap yang dimulai dari membaca dan memahami Al-Qur’an. Hal tersebut sebagaimana diajarkan dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1 hingga 5 yang menekankan pentingnya membaca sebagai pintu ilmu.
“Literasi menjadi kunci awal untuk memahami ajaran Islam secara benar,” jelasnya.
Ia kemudian mengajak jamaah mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah melalui ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah Ali Imran ayat 190–191 yang mengajarkan manusia untuk merenungi penciptaan alam semesta.
Selain itu, ia juga menjelaskan makna luasnya ilmu Allah sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Kahfi ayat 109 dan Surah Luqman ayat 27. Kajian tersebut ditutup dengan pesan dalam Surah Fatir ayat 28 yang menegaskan bahwa orang yang benar-benar takut kepada Allah adalah mereka yang berilmu.
Di akhir penyampaiannya, Dr. Asrofi menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an yang dilakukan secara menyeluruh akan melahirkan pemahaman yang benar sekaligus memperkuat persatuan umat.
“Titik temu ukhuwah akan muncul apabila literasi dilakukan secara lengkap,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam proses mencari dan menyampaikan ilmu, materi keislaman harus mencakup tiga aspek utama, yakni syariat, akidah, dan akhlak. Sementara metode pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti sorogan dan bandongan.
“Walaupun cara dan metode berbeda, tujuan akhirnya tetap sama, yaitu mencari ridho dan rahmat Allah SWT melalui pengajian ini, LDII dan MUI Gunungkidul berharap masyarakat semakin semangat memperdalam pemahaman Al-Qur’an serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadhan ,” pungkasnya.(contributor : fajar sodiq)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia