
Gunungkidul 24/8/2025 – DPD LDII Kabupaten Gunungkidul dengan khidmat mengikuti rangkaian Sekolah Virtual Kebangsaan yang digelar oleh DPP LDII Pusat. Salah satu pemateri utama adalah Kepala Badan Pangan Nasional, H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D., yang membawakan materi tentang Ketahanan Pangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa.
Dalam paparannya, Arief menekankan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus instrumen strategis bagi keberlangsungan sebuah negara. Tanpa ketahanan pangan yang kokoh, mustahil sebuah bangsa dapat berdiri tegak di tengah tantangan global.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi beras atau jagung, tetapi juga menyangkut stabilitas harga, akses masyarakat terhadap pangan bergizi, dan sistem distribusi yang adil. Pangan yang cukup dan terjangkau adalah fondasi nasionalisme yang sesungguhnya,” tegas Arief.
Tantangan Pangan di Era Global
Arief menyoroti berbagai ancaman terhadap ketahanan pangan nasional, antara lain:
Dampak perubahan iklim yang mengganggu produksi pertanian.
Ketergantungan impor bahan pangan strategis.
Alokasi lahan pertanian yang semakin menyempit akibat alih fungsi.
Krisis global yang memicu naik-turunnya harga komoditas pangan.
Menurutnya, apabila tidak ditangani dengan serius, persoalan tersebut bisa melemahkan rasa nasionalisme masyarakat karena memicu ketidakstabilan sosial.
Strategi Penguatan Ketahanan Pangan
Sebagai solusi, Badan Pangan Nasional telah mendorong sejumlah program, di antaranya:
- Diversifikasi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras.
- Digitalisasi sistem pangan agar distribusi dan stok lebih transparan.
- Sinergi pusat dan daerah dalam menjaga ketersediaan pangan pokok.
- Peningkatan peran generasi muda dalam inovasi pertanian dan wirausaha pangan.
Pesan untuk Generasi Muda
Arief juga menitipkan pesan kepada para generasi muda LDII untuk turut serta menjaga ketahanan pangan bangsa.
“Generasi muda harus berani kembali ke sektor pangan dengan inovasi, teknologi, dan kreativitas. Pangan adalah masa depan bangsa. Dengan pangan yang kuat, nasionalisme kita akan semakin kokoh,” ujarnya.
Acara ini mendapat apresiasi dari peserta PC LDII Semin yang mengikuti secara daring di Aula DPD LDII Gunungkidul. Para peserta merasa bahwa materi ketahanan pangan sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, di mana krisis global menuntut setiap elemen bangsa untuk mandiri dalam pangan. (contributor slametH)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia