LDII Hadiri Dialog Lintas Agama di Kapanewon Panggang “Perkuat Harmoni dan Toleransi Antarumat”

(dok/lines)

Gunungkidul,Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan dialog lintas agama yang digelar Paroki Santo Yusuf Bandung Playen, Gunungkidul Kegiatan yang dihadiri LDII bersama berbagai unsur lintas agama itu menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan masyarakat di Kapanewon Panggang.

Dialog mengusung tema “Hidup Berdampingan Saling Menghormati untuk Mewujudkan Masyarakat yang Bahagia, Menginspirasi dan Mensejahterakan” tersebut berlangsung di Balai Desa Girisekar.

Turut hadir dalam kegiatan itu Lurah Girisekar Sutarpan, Forkompimkap Panggang, Panewu Panggang, Kapolsek, dan Danramil. Peserta dialog berasal dari unsur Katolik, Kristen, serta organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, dan Majelis Tafsir Al-Qur’an atau MTA. Masing-masing organisasi mengirimkan lima peserta.

Panewu Panggang, Sustiwiningsih, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmonisasi kehidupan beragama. Menurutnya, kerukunan menjadi pondasi penting dalam menciptakan suasana aman, damai, dan sejahtera di tengah keberagaman masyarakat Panggang.

“Perbedaan jangan menjadi penghalang untuk hidup rukun. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Gunungkidul, Untung Santoso Ketu FKUB Gunungkidul, menegaskan bahwa perbedaan merupakan rahmat bagi kehidupan manusia. Ia menyampaikan bahwa keberagaman perlu dikelola menjadi persatuan dengan tetap menghormati ritual ibadah masing-masing agama.

Mengutip QS Al-Hujurat ayat 13, ia menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbeda agar saling mengenal dan menghargai. Menurutnya, ketika kerukunan terjaga, hubungan sosial akan menjadi lebih mudah, akrab, dan penuh toleransi.

“Dengan hidup rukun, masyarakat akan lebih luwes dalam bergaul dan bekerja sama untuk kebaikan bersama,” katanya.

Sementara itu, Romo Laurentius Suhar Dwi Budi Prasetyo menyampaikan pentingnya gereja yang inklusif dan terbuka terhadap keterlibatan banyak pihak. Ia menuturkan bahwa gereja harus mampu menghadirkan semangat kegembiraan dan harapan melalui kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kerja sama lintas agama menjadi bagian penting dalam menciptakan kesejahteraan dan kehidupan sosial yang harmonis.

Kegiatan dialog lintas agama tersebut berlangsung penuh kekeluargaan. Para peserta tampak antusias berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, dan membangun masyarakat yang damai di Kabupaten Gunungkidul.(contributor : Fajar Sodiq)

About wag. gino

Check Also

Semangat Gotong Royong PC.LDII Kapanewon Tanjungsari Wujudkan Sarana Ibadah Dengan Nyaman

Gunungkidul – Sejak 25 April 2026, halaman Masjid Khoirul Ikhsan di Padukuhan Sangen I, Kalurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *