
Gunungkidul,26/8/2025, Satuan Komunitas Pramuka (Sako) SPN Kabupaten Gunungkidul, Ponpes Haji Muhammad Usman Wonosari, menghadiri undangan Gerakan Pramuka, Sako SPN Daerah D.I. Yogyakarta pada Minggu (24/8/2025).
Hadir dalam acara tersebut, para tokoh penting, termasuk Majelis Pembimbing Sako SPN D.I.Y., seluruh pimpinan dan pengurus Sako SPN DIY, seluruh pimpinan Sako Cabang se-DIY, serta para Pimpinan Pondok Pesantren LDII se-DIY. Dari Gunungkidul, hadir Pimpinan Sako Cabang SPN, serta Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hadi Karangmojo dan Pondok Pesantren Haji Muhammad Utsman Wonosari.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Majelis Pembimbing Sako Cabang Bantul, Kak Tavib Raharjo. Dalam sambutannya, Kak Tavib menekankan pentingnya sinergi antara kegiatan pondok pesantren dan kepramukaan.
“Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama memiliki jadwal ibadah yang padat. Oleh karena itu, para santri juga perlu dikenalkan dengan lingkungan sekitar, sosial kemasyarakatan, dan kemandirian. Pramuka bisa menjadi solusi,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan Pramuka di lingkungan pondok harus dilandasi niat luhur, yaitu berbuat dan beramal sholih semata-mata karena Allah. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan membawa keberkahan dan dapat menjadi jalan keselamatan”.ujarnya
“Sako Pramuka lanjutnya adalah wadah untuk menanamkan 29 karakter luhur yang menjadi pedoman dalam beribadah dan bermasyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Sako SPN Daerah Yogyakarta, Kak Sujito, S.M., memaparkan detail rencana Kemah Santri (Perkemahan Sabtu Minggu) yang akan dilaksanakan pada 18-19 Oktober 2025 di Pondok Pesantren Al-Barokah, Bantul. Kemah ini ditargetkan diikuti oleh 300 peserta, terdiri dari 154 santri putri dan 150 santri putra”.kata kak Jito
Kemah Santri ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan sinergi antara pendidikan agama dan kepramukaan, membentuk karakter santri yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga mandiri dan peduli terhadap lingkungan sosial. (contributor: Bambang)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia