
Gunungkidul, 9/9/2025 – Dari Lembah Desa Wisata Pulesari Sleman Yogyakarta muda-mudi LDII Gunungkidul helat akrap muda mencetak calon pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual yang berakhlak mulia. Melalui perkemahan akrab (Makrab) perjalanan spiritual dan pelatihan untuk mencetak kepemimpinan yang berkarakter.
Kegiatan Muda-Mudi (KMM) LDII Gunungkidul bertajuk “Berakhlakul Karimah Meraih Kemandirian” ini diikuti oleh 22 pemuda-pemudi. Agenda utamanya bukan sekadar teori, melainkan sebuah immersive experience yang dirancang untuk menempa karakter dan visi kepemimpinan mereka dalam menghadapi era digital.
Membangun Fondasi Akhlak dan Mindset Kepemimpinan
Dimalam pembuka disesie pertama diisi dengan tausiyah oleh Pembina LDII, Ahmad Rosadi. Ia menekankan ilmu tanpa akhlak bagaikan trofi yang hanya mengumpulkan debu. Peserta kemudian diajak untuk melakukan refleksi diri dan menuliskan Personal Value Statement sebuah komitmen pribadi yang akan menjadi penuntun dalam setiap pengambilan keputusan.
Esok harinya, dimulailah pelatihan kepemimpinan (Leadership Bootcamp) yang sebenarnya dipandu langsung oleh tim Work Desa Wisata Pulesari. Metodenya pun modern, mengadopsi design thinking dengan memanfaatkan potensi ekowisata lokal sebagai studi kasus.
“Kami sengaja mendesain pelatihan di tengah alam. Tujuannya agar para pemuda bisa langsung meraba peluang usaha dan tantangan riil di masyarakat, bukan hanya membayangkan melalui slide PowerPoint,” jelas Vito, S.Pd., Koordinator Lapangan kegiatan.

Uji Nyali dan Refleksi di Tengah Aliran Sungai Code
Puncak acara adalah susur sungai Code Gede sejauh 1,8 kilometer. Namun, aktivitas ini bukan sekadar rekreasi. Di tengah jeram dan aliran sungai, peserta diberi waktu 15 menit untuk silent reflection merefleksikan hal-hal yang harus dimulai, dihentikan dan dilanjutkan dalam hidup mereka.
“Susur sungai adalah metafora dari perjalanan kepemimpinan. Ada tantangan, kerja sama, dan momen hening untuk introspeksi agar tidak terseret arus,” tambah Vito.
Sekar (21), salah satu peserta asal Wonosari, membagikan insightnya. “Di tengah derasnnya air, saya justru menemukan kejernihan untuk berkomitmen meluncurkan start-up bank sampah tahun ini. Ini tentang tidak menunda amanah.”
Dari Komitmen Menuju Aksi Nyata
Acara ditutup dengan sebuah lingkaran doa dan sharing di bawah naungan pohon jati yang rindang. Dipimpin oleh Yunus, S.Pd.I., setiap peserta menandatangani Action Plan mereka sebagai bukti komitmen. Sebuah mekanisme review daring akan dilakukan empat minggu ke depan untuk memastikan komitmen ini tidak menguap begitu saja.
“Ini bukan sekadar weekend getaway. Ini adalah milestone penting untuk regenerasi kepemimpinan di tubuh LDII yang berakhlak dan berdaya saing tinggi,” tegas Yunus.
Melihat ke Masa Depan
Melalui metode pelatihan yang integratif dan kontekstual ini, LDII Gunungkidul optimis dapat melahirkan pemuda-pemudi yang unggul. Siapa sangka, dari susur sungai dan ikatan tali solidaritas, lahir calon-calon pemimpin yang siap berkontribusi dengan ilmu dan akhlak mereka untuk negeri.
Ditahun-tahun mendatang kita akan munculkan inovasi dan start-up berbasis green tourism dari anak-anak muda Gunungkidul dengan modal awalnya adalah secuil akhlak, seikat tali persaudaraan, dan pengalaman yang penuh makna.(contributor: Fajar Abdul Fatah)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia