
Gunungkidul, 2 November 2025 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui gelaran akbar Festival Anak Sholeh (FAS) 2025. Mengusung tema ambisius, “Membentuk Generasi Akhlaqul Karimah, Alim-Faqih dan Mandiri Serta Mengamalkan 29 Karakter Luhur”, acara ini mendapat perhatian warga, bertempat di kompleks Masjid Al-Husna, Kemorosari 2, Piyaman, Wonosari.
Panggung kreasi peserta cilik

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 ini diikuti oleh sekitar 950 peserta usia 7-12 tahun. Mereka merupakan perwakilan dari 8 Kapanewon (Kecamatan) di Gunungkidul, meliputi: Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari.
Penanggung jawab kegiatan, Bapak Teguh Riyanto, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua PPG (Pengurus Penggerak Generus), menjelaskan bahwa FAS ini adalah wadah evaluasi sekaligus motivasi.
“FAS bukan sekadar ajang lomba, tetapi upaya nyata kami dalam mewujudkan ‘Tri Sukses Generus’ LDII, yaitu menciptakan generasi yang berakhlak mulia, punya pemahaman agama yang mendalam (alim-faqih), dan memiliki kemandirian,” ujar Teguh Riyanto.
Ajang unjuk kebolehan dan karakter luhur
Ada beberapa kegiatan yang dilombakan dalam ajang Festifal Anak Sholeh (FAS) tahun ini seperti :
* Lomba Adzan
* Lomba Hafalan Doa
* Lomba Hafalan Surat-Surat Pendek
* Kompetisi Pildacil (Pemilihan Dai Cilik)
Selain menjadi panggung talenta bagi anak-anak, kegiatan ini juga turut menanamkan nilai-nilai 29 Karakter Luhur yang menjadi pedoman hidup warga LDII, seperti rukun, kompak, jujur, dan bersyukur. Puncak acara diakhiri dengan suasana haru dan gembira melalui pembagian hadiah bagi para juara.
Bazar UMKM menampilkan kemandirian remaja sejak usia dini

Disisi lain kompleks Masjid Al-Husna, geliat ekonomi juga tampak hidup. Bersamaan dengan FAS, dibuka aneka stand dagangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil produksi generasi muda LDII. Aneka minuman segar dan makanan ringan kreasi mereka menjadi pelengkap yang memanjakan pengunjung dan peserta.
Melihat antusiasme ini, Sesepuh PPG Bidang Kemandirian, Ir. Angwar, M,Si., turut memberikan pandangan, Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan skill praktis di era modern. “Merupakan suatu keniscayaan bagi generasi muda untuk selalu belajar dan berkarya di samping memperdalam ilmu agama, agar tercipta generasi yang religius, profesional, dan berkarakter luhur,” ujarnya.
Diakhir pembicaraanya ia menutup dengan sebuah quotes yang inspiratif dan lugas: “Generasi diciptakan, bukan ditemukan.” Sebuah pesan mendalam yang menegaskan bahwa pembentukan karakter dan kemandirian harus diupayakan, dibina dengan secara konsisten sejak dini. (contributor Fajar.S)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia