Dai Muda LDII Gunungkidul Ikuti Pelatihan dan Kajian Khotib Nasional

(dok/lines)

GUNUNGKIDUL – DPD.LDII Kabupaten Gunungkidul, Bidang Pendidikan dan Dakwah, ikuti Pelatihan dan Kajian Dakwah bagi Khotib tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII. Kegiatan berlangsung selama 6 hari, dari Rabu – Minggu (13-18/1/2026), dengan sistem hybrid: tatap muka langsung di Pondok Minhajurosidin, Pondok Gede, Jakarta, serta secara daring di setiap DPD LDII Kabupaten/Kota se-Indonesia dan perwakilan negara sahabat.

Pelatihan ini fokus pada pengkajian Kitab Khutbah yang komprehensif, mencakup materi untuk Khutbah Jumat, Khutbah Hari Raya (Idul Fitri & Idul Adha), Khutbah Gerhana, serta berbagai materi pendukung lainnya. Tujuannya, menstandarisasi dan meningkatkan kualitas materi dakwah para khotib di lingkungan LDII.

Pemateri Berpengalaman Hadir Langsung

Dalam Kajian tersebut peserta mendapat ilmu langsung dari pakar di bidangnya, seperti KH. Ahmad Fawas, LC. dan KH. Galang Krisna, LC. Kehadiran narasumber memberikan warna tersendiri, dengan pendekatan yang mendalam terhadap ilmu fikih khutbah, retorika, dan psikologi dakwah kontemporer.

Gunungkidul Gelar Dua Titik Sekaligus

Untuk memastikan akses dan kualitas pelatihan maksimal, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan ini di dua lokasi strategis:

  1. Kompleks Masjid Al-Husna, Kemorosari, Piyaman, Wonosari.
  2. Kompleks Pondok Al-Hadi, Sumberjo, Karangmojo.

Kedua lokasi tersebut dipenuhi para mubaligh dan mubalighah utusan dari seluruh Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Gunungkidul. Suasana terlihat khidmat dan penuh semangat belajar, meski diikuti secara virtual.

Pentingnya Bekali Dai dengan Metode & Materi

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Penasihat LDII Gunungkidul, H. Sakijan, menekankan pentingnya pelatihan semacam ini. “Sudah selayaknya dan menjadi keharusan bagi seorang pendakwah untuk dibekali dengan penguasaan materi yang benar dan metode berkhotbah yang baik,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, dakwah di zaman sekarang menghadapi tantangan yang kompleks. Seorang khotib tidak hanya harus paham kandungan agama, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dicerna, sistematis, dan menyentuh hati jamaah dari berbagai latar belakang.

Hasil yang Diharapkan: Dakwah yang Lebih Berkualitas

Pelatihan ini diharapkan menjadi booster bagi kualitas dakwah di tingkat akar rumput, khususnya di Gunungkidul. Dengan memiliki kitab khutbah yang standar dan metodologi penyampaian yang terlatih, para khotib LDII diharapkan dapat memberikan pencerahan yang lebih efektif, moderat, dan kontekstual kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen LDII dalam mencetak dai-dai profesional yang tidak hanya alim, tetapi juga komunikatif, sesuai dengan tuntunan Islam dan kebutuhan umat di era digital. (contributor Fajar Sodiq)

About wag. gino

Check Also

Tokoh Muda Gunungkidul Nurasid,S.H. Ambil Peran Strategis, Sukseskan MUNAS LDII ke-X 2026 dari Balik Layar

Jakarta — Kesuksesan pelaksanaan Musyawarah Nasional (MUNAS) LDII ke-X tahun 2026 tidak lepas dari peran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *