
Gunungkidul – Sejak 25 April 2026, halaman Masjid Khoirul Ikhsan di Padukuhan Sangen I, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, ramai dengan denting cangkul dan tawa warga. Gotong royong membangun sarana ibadah berjalan setiap pekan, menyatukan bapak-bapak, pemuda, hingga ibu-ibu yang membawa makanan untuk para pekerja.
Fokus kegiatan kali ini adalah penambahan kamar mandi dan toilet baru untuk menunjang kenyamanan jamaah. Pembangunan dilakukan secara swadaya, mulai dari pengumpulan material hingga tenaga kerja.
Ketua PC LDII Kapanewon Tanjungsari, Haryono, mengatakan semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan utama di tengah keterbatasan.
“Dengan semangat gotong royong, pembangunan kamar mandi dan toilet di Masjid Khoirul Ikhsan terus kita kerjakan bersama-sama agar jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman,” ujarnya di sela kegiatan.
Haryono juga mengingatkan agar warga tidak lengah dengan kondisi wilayahnya yang berada di jalur wisata pantai Gunungkidul.
“Kita tidak boleh lengah. Di satu sisi ini peluang, banyak orang datang dan interaksi sosial meningkat. Tapi di sisi lain tantangannya besar. Pengaruh budaya luar, pergaulan bebas, dan nilai-nilai yang bertentangan dengan karakter luhur bisa masuk kapan saja. Kalau kita tidak kuat dari dalam, generasi kita yang jadi korban,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan warga LDII Tanjungsari untuk tetap solid, rukun, dan kompak dalam mengemban amanah dakwah.
“Meski banyak kekurangan, yang penting kita solid. Kita harus menyelamatkan generasi penerus putra-putri kita, agar selamat menjadi generasi yang berkarakter luhur, berakhlak mulia, generasi sholih yang akan mampu bertanggung jawab atas perjalanan dakwah selanjutnya,” jelas Haryono.
Ketua Takmir Masjid Khoirul Ikhsan, Paijo, mengaku bersyukur program dakwah di masjidnya terus berjalan dan mendapat dukungan penuh dari jamaah.
“Kami bersyukur, alhamdulillah program dakwah berjalan dan mendapat dukungan jamaah. Sejak 25 April lalu, warga sudah rutin turun kerja bakti. Semoga pembangunan kamar mandi dan toilet ini segera selesai dan bermanfaat untuk semua,” ungkap Paijo.
Bagi warga Sangen I, gotong royong bukan hanya soal membangun bangunan fisik. Di balik tumpukan bata dan adukan semen, tertanam harapan agar Masjid Khoirul Ikhsan menjadi pusat pembinaan generasi yang kokoh iman dan akhlaknya, sekaligus benteng di tengah arus perubahan zaman.(contributor supardo)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia