
Gunungkidul — Ustadz Irfan Zuliana dari DPD.LDII Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan rukyatul hilal dan sidang isbat penentuan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah di Pos Observasi Bulan (POB) Syeh BelaBelu, Kretek, Bantul, Minggu (7/5/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan hisab dan rukyat ini dihadiri jajaran pejabat Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota se-DIY, Kanwil Kemenag DIY, akademisi, hingga kalangan pondok pesantren. Sejumlah pihak yang turut terlibat di antaranya Pondok Pesantren Krapyak Bantul, akademisi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), serta Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Pelaksanaan rukyatul hilal tersebut bertujuan untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah sebagai dasar penetapan Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah haji.
Dalam kegiatan itu, hadir pula Dr. Syeh Nur Al Hasan dari lembaga syariah Australia yang menyampaikan apresiasinya terhadap sistem pengamatan hilal di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Australia belum memiliki lembaga pengamatan hilal yang terstruktur seperti di Indonesia.
“Selama ini kami masih mengumpulkan informasi dari Indonesia dan Malaysia karena dianggap memiliki waktu yang relatif berdekatan,” ujar Dr. Syeh Nur Al Hasan.

Ia menilai Pos Observasi Bulan Syeh BelaBelu memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengamatan hilal. Bahkan, menurutnya, Indonesia saat ini dianggap sebagai salah satu pemimpin di kawasan Asia dalam bidang rukyatul hilal.
“Di Australia selama ini pengamatan bulan masih dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat modern. Karena itu saya ingin belajar tentang penggunaan alat modern yang dipakai di Indonesia untuk diterapkan di Australia,” katanya.
Meski pengamatan dilakukan dengan peralatan astronomi modern, hilal pada kesempatan tersebut tidak berhasil terlihat akibat cuaca mendung dan tertutup awan tebal di kawasan pantai selatan Bantul.
Hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.
Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan Islam, dan lembaga pendidikan dalam menjaga akurasi penentuan kalender hijriah di Indonesia. Selain itu, perhatian dari kalangan internasional juga menegaskan bahwa metode rukyatul hilal Indonesia semakin mendapat pengakuan dunia.(kontributor: Fajar Sodiq)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia