
Gunungkidul, 26 Agustus 2025, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul melalui Tim Pembinaan Generus Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) mengadakan kunjungan evaluasi pembelajaran Cabe Rawit usia PAUD, TK, dan SD di PC LDII Kapanewon Playen. Kunjungan ini bertempat di Masjid Darul ‘Ilmi, Padukuhan Banaran ll, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul.(23/8/2025)
Kegiatan dan evaluasi ini bertujuan untuk memantau dan menilai proses pembelajaran Cabe Rawit yang dilaksanakan oleh PC LDII Kapanewon Playen. Pembelajaran Cabe Rawit merupakan salah satu program pendidikan keagamaan yang ditujukan untuk anak-anak Generus LDII, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam sejak dini.
Acara tersebut, menghadirkan puluhan Cabe Rawit serta para guru pendamping dari PAC LDII Kalurahan Banaran serta PAC LDII Kalurahan Gading.
Menurut Rita Nur Cahyati S.Pd, salah satu anggota Tim Pembinaan Generus Bagian PKD DPD LDII Kabupaten Gunungkidul kepada media menjelaskan “evaluasi pembelajaran pengajian Cabe Rawit ini bertujuan mendorong tercapainya target kurikulum yang sudah ditetapkan”.terangnya
“Selain itu lanjutnya kami juga melakukan sosialisasi materi simulasi penerapan 29 karakter luhur bagi para Cabe Rawit. Hal ini penting untuk membentuk karakter anak-anak yang sesuai dengan nilai-nilai luhur dalam Islam,” kata Rita Nur Cahyati S.Pd.

Rita menambahkan, “Kita meyakini bahwa melalui pengenalan dan penerapan praktek 29 karakter luhur sejak usia dini atau Cabe Rawit maka akan terwujud generasi bangsa yang berakhlak mulia, cerdas dan tangguh. Dengan demikian, mereka bisa menjadi generasi yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.”
Sementara itu Sukadi, S.PdI, MSi selaku Pembina PC LDII Kapanewon Playen dalam arahannya menyampaikan rasa syukurnya atas langkah yang ditempuh DPD LDII Kabupaten Gunungkidul dalam melakukan pembinaan generus. “Kami sangat mengapresiasi upaya DPD LDII Kabupaten Gunungkidul dalam melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap pengajian Cabe Rawit usia PAUD, TK, dan SD. Hal ini menunjukkan komitmen dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berilmu,” ujar Sukadi.
Sukadi juga mengajak semua pihak yang terlibat dalam pembinaan generus untuk menjaga kekompakan dan sinergi dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. “Mari kita tingkatkan kerja sama dan komunikasi yang baik agar pembinaan generus bisa lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat,” tambah Sukadi. (contributor supardo kayat)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia