
Gunungkidul, (12-9/2025) – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang kian kompleks, sebuah kolaborasi strategis di Kabupaten Gunungkidul menorehkan aksi nyata yang patut diacungi jempol. Gerakan Jumat Bersih yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul berhasil menyatukan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga elemen masyarakat, dalam misi membersihkan Telaga Jonge, Kapanewon Semanu bersih dari sampah.
Kegiatan bersih sampah ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci untuk mengatasi masalah lingkungan. DLH Kabupaten Gunungkidul tidak bergerak sendiri. Mereka merangkul PC.LDII Kapanewon Semanu, Kodim 07.30, Polsek Semanu, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Aksi nyata ini menunjukkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam dan keasrian Telaga Jonge yang menjadi salah satu aset wisata alam dan pelestarian lingkungan di Gunungkidul.
Di sela-sela kegiatan, Ketua PC. LDII Kapanewon Semanu, Suwadi Raharjo, M.Pd., menjelaskan aksi ini adalah bagian dari delapan program kerja LDII. “Kegiatan ini merupakan salah satu dari delapan program kerja kami, yaitu kontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan “gerakan ini juga merupakan implementasi dari ‘kebersihan adalah bagian dari iman’,” katanya.
Pernyataan ini memberikan dimensi spiritual yang kuat pada gerakan kebersihan, menjadikannya bukan sekadar tugas sosial, melainkan bagian integral dari keyakinan. Dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan, gerakan ini memiliki fondasi moral yang kokoh.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Aksi Jumat Bersih di Telaga Jonge ini patut menjadi cerminan bagi wilayah lain, ada pertanyaan kritis tentunya : apakah gerakan ini akan menjadi agenda rutin yang berkelanjutan, atau hanya sebatas momentum sesaat? Tantangan terbesar adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran permanen di masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Pihak DLH Gunungkidul, bersama dengan instansi terkait, perlu merancang strategi jangka panjang. Edukasi, penegakan aturan, dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai adalah langkah-langkah yang tidak bisa diabaikan. Keberhasilan dan kolaborasi yang dilakukan ini seharusnya menjadi titik awal, bukan akhir, dari upaya besar menuju Gunungkidul bebas sampah.
Aksi nyata yang dilakukan saat ini adalah langkah maju yang signifikan. Gerakan kolaborasi dan sinergi membuktikan bahwa dengan kerja sama yang solid, masalah lingkungan yang tampak rumit pun dapat diselesaikan secara efektif, saatnya masyarakat dan pemerintah bersinergi lebih kuat lagi untuk memastikan Telaga Jonge dan juga wilayah-wilayah lain di Gunungkidul benar-benar bebas dari sampah pada hari ini dan di masa mendatang. (contributor: Fajar Abdul Fatah)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia