Hari Pramuka ke-65 di Gunungkidul, Sultan HB X Ajak Pramuka Perkuat “Swasembada Pangan”

(dok/lines)

GUNUNGKIDUL — Puncak Peringatan Hari Pramuka Alun-alun kota Wonosari dipenuhi ribuan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (22/8/2026). Sekitar 5.000 hingga 6.000 anggota Pramuka dan tamu undangan menghadiri puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat DIY yang dipusatkan di Alun-alun kota Wonosari Gunungkidul.

Apel besar Hari Pramuka dipimpin langsung Gubernur DIY sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur Gerakan Pramuka se-DIY.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan peran Pramuka tidak sekadar sebagai organisasi pendidikan nonformal bagi generasi muda, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan nasional.

(dok/lines)

Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Besar yang dilanjutkan devile. Barisan peserta menampilkan formasi dari perwakilan 18 ranting Gerakan Pramuka di Kabupaten Gunungkidul.

Suasana semakin semarak dengan kirab budaya yang menampilkan potensi lokal. Selain itu juga digelar bazar produk kreatif Pramuka serta pentas seni yang menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan kreativitas dan kekayaan budaya daerah.

Dalam kesempatan tersebut, sekitar 40 penghargaan tanda kehormatan Pramuka diserahkan kepada tokoh dan anggota Pramuka yang dinilai memiliki jasa, dedikasi, serta prestasi dalam pengembangan Gerakan Pramuka.

Turut hadir juga Ketua Sakocab Sekawan Persada Nusantara, Kak Suharyanto, didampingi Kak Slamet Harsono. Kehadiran unsur Sakocab menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

(dok/lines)

Di sela kegiatan, Kak Suharyanto mengatakan aktualisasi Dasa Darma Pramuka di tengah perkembangan era digital menjadi sebuah keniscayaan. Menurut dia, nilai-nilai kepramukaan tetap relevan untuk membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman.

“Aktualisasi Darma Pramuka di era digital saat ini menjadi suatu keniscayaan bagi penanaman karakter generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman,” tuturnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Puncak Hari Pramuka ke-65 tingkat DIY di Gunungkidul pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meneguhkan kontribusi Pramuka dalam pembangunan, pendidikan karakter, ketahanan pangan, dan pelestarian budaya lokal.(contributor: Fajar.S)

About wag. gino

Check Also

PAC LDII Kalurahan Kepek Gelar Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri Sambut HUT ke-81 RI

Gunungkidul — Semangat gotong royong mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalurahan Kepek, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *