SEPAK BOLA RAWAT PERSATUAN: PC LDII Wonosari dan PC LDII Saptosari Cetak Generasi Cinta Tanah Air Lewat Laga 2-1 di Lapangan Kepek

(dok/lines)

SAPTOSARI – Lapangan Kepek, Saptosari, pada Sabtu (26/09/2026) sore menjadi saksi bertemunya dua kekuatan muda LDII Gunungkidul. Seksi Pemuda Kepanduan Olahraga dan Seni PC LDII Kapanewon Saptosari sebagai tuan rumah menjamu saudara mereka, PC LDII Kapanewon Wonosari dalam laga persahabatan.

Rangkaian kegiatan persahabatan antara PS.PC.LDII Kapanewon Wonosari dan PS.PC.LDII Kapanewon Saptosari menjadikan ajang saling bertandang untuk kegiatan bersama.

Pertandingan persahabatan dipimpin wasit Wastono, Wonosari yang datang sebagai tim tamu berhasil mencuri keunggulan lebih dulu 1-0 melalui kaki Muhammad Yunus  pada menit ke 65 di babak ke dua. Saptosari yang bermain di kandang sendiri langsung merespons. Lewat kerjasama tim yang rapi, gol penyeimbang kedudukan tercipta di menit 71 dari kaki Kusnan hingga merubah skor menjadi imbang 1-1.

Drama terjadi menjelang menit-menit akhir laga. Wasit menunjuk titik putih kotak pinalti setelah pelanggaran yang dilakukan  pemain Saptosari terhadap pemain dari Wonosari tepat di area terlarang. Hadiah penalti untuk Wonosari. Tim tamu menujuk Muh.Yunus sebagai algojo  penendang dititik pinalti yang sebelumnya juga menyarangkan sikulit bundar ke gawang lawan, dengan tenang menuntaskan tugasnya, skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Wonosari dan bertahan hingga akhir laga pertandingan.

Secara terpisah diarea yang sama, Sekretaris DPD LDII Gunungkidul, H. Wasita, M.Pd., memberikan apresiasi dan menyampaikan pesan pembinaan yang mendalam dari filosofi sepak bola.

Menurutnya, laga persahabatan ini adalah miniatur kehidupan untuk membentuk karakter generasi penerus.

Pertama, tentang sikap saat menang dan kalah. Dalam sepak bola, hasil akhir selalu ada dua: menang atau kalah. Hikmahnya adalah saat menang kita diajarkan untuk tetap membumi, tidak sombong. Dan saat kalah kita dilatih untuk berlapang dada, mengevaluasi diri, lalu bangkit kembali.

Kedua, tentang pentingnya kerjasama. Sepak bola adalah permainan 11 orang, bukan pertunjukan individu. Pemain bintang sekalipun tidak akan bisa menang tanpa operan dari rekan setimnya. Ini mengajarkan kita pentingnya kerjasama dan menurunkan ego untuk mencapai tujuan bersama.

Ketiga, tentang disiplin dan konsistensi. Untuk menjadi pemain yang baik, dibutuhkan latihan rutin, menjaga pola makan, dan patuh pada instruksi pelatih. Ini menanamkan bahwa kesuksesan hidup hanya bisa diraih dengan disiplin yang kuat.

Melalui sepak bola seperti inilah LDII ingin merawat generasi yang cinta tanah air, bersemangat menjaga persatuan, sehat jasmaninya, dan luhur budi pekertinya persaudaraan dan persahabatan jauh lebih penting daripada skor akhirdisebuah pertandingan.(contributor H.supardo)

About wag. gino

Check Also

PC. LDII Dlingo Gelar Pengajian Umum, Tekankan Pembinaan Generasi Penerus Yang Bersyukur dan Berakhlak Mulia

BANTUL – Kegiatan Pengajian Umumyang diselenggarakan di Masjid An Nur, Padukuhan Tanjung RT 03, Kalurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *