
Kapanewon Ngawen Gunungkidul – Pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 Kodim 0730/Gunungkidul berjalan sukses, perwakilan Senkom Mitra Polri Kabupaten Gunungkidul turut hadir dalam upacara pembukaan yang berlangsung di wilayah Kapanewon Ngawen, Selasa pagi (13/10/2026)
Upacara pembukaan dihadiri Bupati Gunungkidul sekaligus sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Kapolres Gunungkidul, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Panewu Ngawen, Danramil, Kapolsek, serta tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.
Senkom Mitra Polri hadir menjadi bentuk dukungan terhadap program pembangunan desa sekaligus komitmen bersama kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sambutan Bupati menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, melainkan juga sarana memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“TMMD bukan hanya membangun jalan, talud dan rumah, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, gotong royong serta ketahanan bangsa dari akar rumput. Gotong royong adalah napas bangsa yang harus kita jaga bersama,” kata Bupati.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan dari tingkat Kalurahan. Melalui kolaborasi yang kuat, pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan sarana fisik saja, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Widodo salah satu perwakilan dari Senkom Mitra Polri menyampaikan“ saya senang bisa ikut bergabung mengikuti upacara pembukaan TMMD, semoga kegiatan ini bisa berjalan sukses,” ujarnya.
Secara terpisah di hubungi awak media , Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Gunungkidul, H. Amperaharjo menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, program tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergitas dan membangun kepedulian bersama terhadap kemajuan wilayah pedesaan.

“Senkom Mitra Polri Gunungkidul selalu mendukung program TMMD. Ini merupakan kemanunggalan TNI dengan rakyat, kami siap bersinergi menyukseskan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik,” ungkap H. Amperaharjo.
“Ia berharap semoga seluruh rangkaian kegiatan TMMD dapat berjalan lancar, mendapat dukungan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga di wilayah sasaran”. terang ketua Senkom Gunungkidul ini.
TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung selama 30 hari. Program ini menyasar pada pembangunan jalan, talud, dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan juga diarahkan pada sasaran nonfisik melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta kesehatan.
Kedua sasaran tersebut memiliki peran yang saling melengkapi. Pembangunan fisik diharapkan mendukung aksesibilitas dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, sedangkan kegiatan nonfisik bertujuan memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Melalui pelaksanaan TMMD, kolaborasi bersama TNI, Polri , Pemerintah Daerah, serta masyarakat diharapkan semakin baik. Dukungan berbagai unsur, termasuk organisasi kemasyarakatan menjadi bagian dari semangat bersama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan meningkatkan kesejahteraan warga.(contributor.H.Supardo)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia