Keraton Yogyakarta Apresiasi Kegiatan DPW LDII

Keraton Yogyakarta

Lines Gunungkidul (1/8/2021): Webinar DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka menuju Muswil 7 DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan sukses (31/7) hadir dalam webinar tersebut  Didik Wardaya,SE,M.Pd Kepala Dikpora DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendara Ketua BPPD DIY, Dr. Drs.Basseng, M.Ed Koordinator Bidang Pendidikan DPP LDII dan Prof.Dr.Ki Supriyoko, M.Pd Direktur Pasca Sarjana UST Yogyakarta hadir juga Hanik Rosyada Komisi Pendidikan MUI Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Kajeng Gusti Ratu Bandara mengapresiasi Webinar LDII Yogyakarta yang dikemas dalam Focus Group Discussion  (FGD) sehingga bisa menghadirkan para pakar pendidikan dan tokoh agama di Yogyakarta untuk memberikan sumbangsih kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)  Yogyakarta.

Dalam menyampaikan materinya Gusti Bandara mengungkap yang menjadi konsentrasi terbesarnya untuk membahas  dan membicarakan generasi emas di tahun 2045, untuk mempersiapakan generasi emas ditahun 2045 yang perlu kita siapkan adalah, “yang pertama tumbuh kembang anak diseribu hari pertama itu menjadi kewajiban ibu dan bapak sebagai orang tua tidak berat sebelah harus dua-duanya bekerjasama, perlu dikenali sebelum si ibu hamil harus terpenuhi vitamin asam folat diibaratkan kita kalau membuat roti harus terpenuhi dulu unsur yang harus dibuat roti agar roti tidak menjadi bantat terangnya”, begitu juga si ibu hamil harus terpenuhi gizi dan asupan vitaminya agar anak didalam kandungan  bertumbuh dengan baik tidak tumbuh stunting jelasnya”.

Lebih lanjut Gusti Ratu Bandara yang juga salah satu  Putra Raja Yogyakarta juga mengupas luas karakter dan budaya di Jogja dicontohkan oleh Kanjeng Ratu “budaya berawal dari keluarga yaitu dengan pentingnya budaya lokal, Kajeng Ratu menyampaikan budaya itu tidak ada yang kuno hanya saja  bungkusnya saja yang kuno. “Contohnya dalam video yang beredar luas dimedia sosial unggah ungguh yang dilakukan oleh anak muda bertato dan beranting ketika menaiki sepeda tinggi kemudian ada orang nenek tua lewat anak muda turun dari sepeda tinggi tersebut lalu anak muda  mengucapkan Nderek Langkung, hal itu merupakan salah satu bentuk  karakter atau unggah-ngguh dalam berbudaya pergaulan ungkapnya”.

About wag. gino

Check Also

LDII dan Ormas Islam Bangun Komunikasi Pererat Persaudaraan

Gunungkidul, 9/4/2024 , Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul intensifkan kerjasma …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *