
Gunungkidul — Kreativitas generasi muda terus didorong melalui kegiatan positif dan edukatif. Generus putri LDII Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan “Masak Bareng” bertema “Makanan Olahan Produk Rumah Tangga” di kompleks Masjid Al-Husna Kemorosari 2, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Minggu (17/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti generus putri usia remaja tingkat SMA hingga pra nikah yang berasal dari delapan kapanewon, yakni Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber sekaligus mentor produk makanan olahan rumah tangga Nuryamjanah merupakan salah satu penyedia catering di Gunungkidul yang memberikan berbagai tips mengolah bahan-bahan sederhana menjadi sajian menarik, sehat, dan bernilai ekonomi.

Usai sesi demonstrasi, peserta langsung mempraktikkan pembuatan snack sesuai kreativitas masing-masing kelompok per kapanewon. Berbagai peralatan memasak seperti alat pengukus, kompor, mixer, loyang, cetakan, hingga alat saji telah dipersiapkan guna mendukung kelancaran kegiatan.
Pendamping kegiatan, Supartinah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar melatih keterampilan memasak, tetapi juga membangun kerja sama, kreativitas, dan kemandirian generasi muda putri.
“Melalui kegiatan ini, generus putri diharapkan memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berkarya,” ujarnya.
Selain praktik memasak, panitia juga memberikan penghargaan bagi hasil karya terbaik dari masing-masing peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, rasa, penyajian, dan kerja sama tim.

Pada sesi penutup, Hj. Sarilah menyampaikan nasihat tentang pentingnya mempersiapkan generasi putri sebagai calon ibu muda yang memiliki kemampuan baik dalam aspek soft skills maupun hard skills.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas. Karena itu, keterampilan, akhlak, serta kemampuan mengelola kehidupan rumah tangga perlu dipersiapkan sejak dini.
“Kegiatan seperti ini menjadi bagian pembinaan karakter agar generasi muda putri tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan diakhiri dengan pembagian penghargaan serta foto bersama seluruh peserta dan panitia.(contributor:Fajar Sodiq)
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia