
Gunungkidul – Program kemandirian yang digagas DPD LDII Gunungkidul berkolaborasi dengan Bidang Keputrian menyelenggarakan alih teknologi terkait dengan pembuatan makanan tradisional, kegiatan tersebut berlangsung dikomplek Masjid Al-Husna Wonosari, diikuti dari 9 Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC.LDII) Zone Barat Minggu,30/11/2025.

Menurut H. Ir.Muhammad Angwar ditemui media disela-sela kegiatan tersebut mengatakan “program ini bertujuan mengedukasi kepada generasi muda LDII diberikan pengetahuan tentang olahan makanan tradisional Indonesia seperti batagor yang sekarang ini kita praktekan”. katanya.
Lebih lanjut Angwar menyampaikan “dilingkungan kita ini ternyata banyak sekali bahan baku untuk membuat makanan tradisional, pembuatan batagor kali ini kita menggunakan tepung kasava yang terdapat disekitar kita, karena bahanya mudah didapat sehingga kita perlu pengembangan pengolahanya tidak hanya monoton satu bentuk saja.”jelasnya.

“sebelum melakukan praktek pembuatan batagor ini terlebih dahulu kita mendatangkan langsung beberapa mentor untuk mengedukasi para remaja bahwa makanan tradisional Indonesia bisa dijadikan kuliner bagi para wisatawan, hal ini dilakukan juga untuk mendidik generasi muda baik remaja putra maupun putri untuk bisa lebih mandiri, program kemandirian bagi remaja putra dan putri Gunungkidul diharapakan mampu mengurangi angka pengangguran dan mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonomi dan menambah angka pendapatan keluarga”.urainya.

Menurutnya mantan pegawai BRIN ini selalu mendorong generasi muda untuk hidup mandiri terlepas dari ketergantungan, mandiri merupakan hal yang harus dilaksanakan”.ungkapnya.
Program kemandirian ini mendapat sambutan para remaja, terlihat dari beberapa sudut meja praktek sudah dipenuhi beberapa bahan praktek yang siap untuk diolah sebagai makanan tradisional.(RED)*
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia