GUNUNGKIDUL – Perkembangan zaman yang berlangsung semakin cepat membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan semua generasi, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alfa yang kelak akan menjadi pelaku utama pembangunan di berbagai bidang.
Berangkat dari semangat tersebut, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Ngopi Bareng” pada Jumat (28/8/2026), dengan mempertemukan generasi milenial mewakili orang tua dengan Gen Z dan Gen Alfa sebagai Generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Mekar Coffee ini menjadi ruang dialog antargenerasi untuk menyamakan persepsi dan membangun komunikasi dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berkembang.

Kegiatan Ngopi Bareng menghadirkan motivator dari DPP LDII, H. Moh. Basori dan Andika Faza. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diajak untuk memahami perubahan karakter dan tantangan setiap generasi serta pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman; perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan didasari oleh ketidakpercayaan generasi milenial terhadap kemampuan Gen Z dan Gen Alfa.
“Generasi milenial bukan berarti tidak percaya terhadap kemampuan Gen Z dan Gen Alfa. Justru kegiatan ini merupakan upaya untuk menyamakan persepsi antara generasi yang lebih tua dan generasi muda agar dapat bersama-sama menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang,” kata Wahono.
Menurutnya, setiap generasi memiliki karakter, pengalaman, pola pikir, dan keunggulan masing-masing. Perbedaan tersebut perlu dijembatani melalui komunikasi dan dialog sehingga dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi perubahan.
Sementara itu, motivator DPP LDII Muhammad Basori menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah antara orang tua dengan Gen Z dan Gen Alfa. Generasi yang lebih tua diharapkan tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga bersedia mendengarkan pandangan generasi muda.

“Orang tua harus mau mendengar dan terus berkomunikasi dengan Gen Z dan Gen Alfa. Dengarkan apa yang mereka inginkan dan bagaimana pendapat mereka. Jangan sampai kita hanya ingin didengar, tetapi tidak mau mendengar,” ujarnya.
Basori menjelaskan bahwa Gen Z dan Gen Alfa nantinya akan menjadi subjek dan pelaku utama dalam berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, berpikir kritis, mampu berkomunikasi, serta memiliki karakter dan nilai-nilai luhur.
Arum Fahmi sebagai Penggerak Pembina Generasi Penerus (PPG) LDII Gunungkidul mengatakan bahwa Generasi muda sangat antusias menyambut baik acara tersebut. Generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alfa dapat saling belajar, saling memahami dan saling menguatkan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Jangan hanya terpaku pada hal-hal yang sebenarnya dapat kita sempurnakan ke arah yang lebih baik. Orang tua supaya memberikan ruang bagi generasi muda, demikian pula generasi muda juga harus menjaga kepercayaan orang tua, bersama kita nggayuh marang kasampurnan” jelas Arum.
Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi antargenerasi, setiap perbedaan dapat menjadi kekuatan. Generasi muda pun diharapkan semakin siap menjadi pelaku perubahan yang mampu menjawab berbagai tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, karakter luhur dan jati diri bangsa.***
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia