GUNUNGKIDUL – Satu dari delapan bidang pengabdian LDII dilakukan bersama Pemkab Gunungkidul melalui kegiatan Kerja Bersama Bakti untuk Negeri, 8 Agustus 2026.
Program yang dilaksanakan di sepanjang sungai utara PLN hingga depan RSUD Wonosari ini menjadi bagian dari kontribusi LDII di bidang lingkungan hidup sekaligus momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua DPD LDII Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, mengatakan kegiatan tersebut kembali dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Wahono menjelaskan, kerja bakti tidak hanya ditujukan untuk membersihkan lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, salah satunya ketahanan pangan dan lingkungan.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan sejak sekarang karena perkembangan Gunungkidul berpotensi meningkatkan persoalan sampah. Jika tidak ditangani secara serius, sampah dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bahkan berpotensi menimbulkan bencana.
“Kita mengingatkan bahwa Gunungkidul ini dalam perkembangan menuju kemajuan, kalau kita lupa untuk menangani sampah ini besok akan menjadi masalah besar, bahkan bisa menjadi bencana,” ujar Wahono.
Karena itu, LDII juga memberikan sejumlah masukan kepada pemerintah daerah terkait pengelolaan lingkungan. Salah satunya menyangkut kondisi sungai yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Wahono mengusulkan agar pengelolaan sungai tidak hanya berorientasi pada pengendalian air hujan. Menurutnya, keberadaan air yang dipertahankan sepanjang waktu dapat memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan sekitar.

Ia membayangkan sungai yang memiliki air jernih dan ekosistem ikan dapat menjadi bagian dari potensi wisata lokal. Bahkan, area tersebut berpeluang dikembangkan sebagai ruang rekreasi sederhana bagi masyarakat, termasuk aktivitas perahu untuk anak-anak.
Selain memberikan nilai wisata, kondisi sungai yang terawat juga dinilai dapat mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan. Lingkungan yang indah dan memiliki ekosistem air yang baik diharapkan membuat warga semakin enggan membuang sampah sembarangan.
“Saya kira dengan pengelolaan yang tepat, sungai ini sebenarnya bisa menjadi bagian dari destinasi wisata. Kalau ada airnya, ada ikan, ekosistem terbentuk, orang untuk buang sampah juga akan sungkan,” pungkas Wahono.
Bagi LDII, kegiatan ini menjadi contoh bahwa program pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi langsung dengan pemerintah daerah. Satu dari delapan bidang pengabdian LDII dilakukan bersama Pemkab melalui kerja nyata di lapangan.
Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang, terutama dalam menghadapi persoalan sampah, kebersihan sungai, konservasi lingkungan, dan pengembangan potensi wisata. Masukan dari masyarakat menjadi penting agar kebijakan lingkungan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sesuai dengan kondisi di lapangan.
Wahono berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Gunungkidul. Menjaga lingkungan, menurutnya, bukan pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.***
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia