
GUNUNGKIDUL — Penguatan peran masyarakat sipil menjadi salah satu kunci menjaga harmoni dan mendukung pembangunan daerah. Semangat tersebut mengemuka dalam kunjungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Gunungkidul ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gunungkidul, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah tersebut mengangkat tema “Memperkuat Masyarakat Sipil dalam Rangka Meningkatkan Harmoni Menuju Masyarakat Adil, Makmur, Lestari dan Berkeadaban.”
Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wasita, M.Pd., turut hadir memenuhi undangan. Kehadiran LDII menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan keagamaan, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas Gunungkidul.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunungkidul, Drs. Wahyu Nugroho, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama di Gunungkidul.
Ia mengatakan, para tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun serta ikut mendukung kemajuan daerah. Wahyu Nugroho diketahui kembali dipercaya memimpin Kesbangpol Gunungkidul sejak awal 2026.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Dra. Endang Sri Sumiyartini, M.A.P., mengajak para tokoh agama untuk terus mengambil peran positif dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, sebagai mitra pemerintah, tokoh agama memiliki ruang strategis untuk memberikan pengaruh positif kepada masyarakat sehingga bersama-sama ikut memajukan Gunungkidul.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi sosial Gunungkidul selama ini relatif kondusif dan perlu terus dijaga bersama. Endang Sri Sumiyartini saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2024–2029.
Dari unsur TNI, Dandim 0730 Gunungkidul yang diwakili Danramil Nglipar menyampaikan pesan agar masyarakat turut mendukung tugas para Babinsa yang bertugas di berbagai kalurahan.
Dukungan tersebut dinilai penting, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menghadapi berbagai agenda daerah, termasuk pelaksanaan pemilihan lurah (Pilur). Semua pihak diharapkan ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat.
Ketua MUI Kabupaten KH. Asrofi, S.Ag., M.Hum. Gunungkidul menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul atas dukungan dan fasilitas yang diberikan. Ia berharap fasilitas tersebut dapat semakin memperkuat kerukunan dan kekompakan antara MUI, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.
MUI Gunungkidul juga menyampaikan rencana pelaksanaan Rakerda MUI 2027. Dalam kesempatan itu ia berharap agar pada 2027 MUI dapat memperoleh dukungan dana hibah untuk menunjang pelaksanaan program organisasi.
Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I., beserta jajaran sehingga pertemuan antara unsur Forkopimda dan MUI menjadi ruang silaturahmi sekaligus komunikasi bersama. Sinergi pemerintah, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk membangun Gunungkidul yang aman, rukun, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.(kontributor Fajar).
DPD LDII GUNUNG KIDUL Lembaga Dakwah Islam Indonesia