Cegah Banjir  Kapanewon Nglipar selenggarakan bersih-bersih lingkungan sungai Nglipar.

(dok/lines)

Gunungkidul.– Upaya mencegah banjir tidak selalu harus menunggu musim hujan tiba. Di Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebanyak 250 orang bergotong royong membersihkan lingkungan sungai di Kalurahan Katongan, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan Korve Jumat Bersih tersebut digelar melalui kolaborasi Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Nglipar. Peserta berasal dari unsur kapanewon, Polsek, Koramil, pamong Kalurahan Katongan, pelajar SMP dan SMK, serta masyarakat.

Salah satu unsur masyarakat yang ikut terlibat adalah PC LDII Nglipar. Sebanyak 25 warga LDII diterjunkan untuk bergabung dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan tersebut.

Bersihkan Sungai untuk Antisipasi Banjir

(dok/lines)

Panewu Nglipar Sugito, S.H., M.M., mengatakan kegiatan Korve Jumat Bersih diawali dengan membersihkan lingkungan sungai di Katongan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah bersama untuk menjaga kebersihan sekaligus mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan.

“Korve Jumat Bersih ini diawali dengan membersihkan lingkungan sungai di Katongan. Harapannya untuk mencegah terjadinya bencana banjir saat musim hujan,” ujar Sugito di sela kegiatan.

Ia menilai kebersihan sungai perlu dijaga secara bersama-sama. Selain mengurangi sampah, kegiatan seperti ini diharapkan dapat memastikan aliran air tetap lancar ketika curah hujan meningkat.

TNI-Polri hingga Pelajar Turun Tangan

(dok/lines)

Komandan Koramil 04 Nglipar Kodim 0730/Gunungkidul, Kapten Inf. Redani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai unsur dalam menjaga lingkungan.

Menurut Redani, Korve Jumat Bersih juga merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertahanan untuk membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.

“Jumat Bersih, bersinergi bersama untuk menjaga lingkungan kita bersih,” kata Redani.

Kapolsek Nglipar AKP Paryadi, S.AP., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

“Kegiatan ini untuk menjaga kebersihan bersama. Waktunya bersih-bersih lingkungan,” ujar Paryadi.

Selain unsur pemerintah, TNI dan Polri, kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar SMP dan SMK di wilayah Nglipar. Kehadiran pelajar diharapkan turut menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.

LDII: Jadikan Bersih Lingkungan sebagai Kebiasaan

Lurah Katongan Jumawan mengapresiasi gerakan bersih-bersih yang dilakukan secara bersama-sama tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membersihkan lingkungan, khususnya kawasan sungai di Katongan.

“Terima kasih atas gerakan bersih-bersih lingkungan dalam rangka mencegah bencana banjir. Dengan aliran sungai lancar, di musim hujan diharapkan tidak terjadi bencana banjir,” kata Jumawan.

(dok/lines)

Sementara itu, Ketua PC LDII Nglipar Gino mengatakan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bersih lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurut Gino, budaya menjaga kebersihan perlu dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Kegiatan bersih lingkungan semoga menjadi pembiasaan yang baik dan menjadi bagian yang melekat pada pribadi masyarakat,” tutur Gino di penghujung acara.

Ia berharap kolaborasi lintas unsur seperti Korve Jumat Bersih dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan bersama, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Kegiatan di Katongan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan banjir dapat dimulai dari langkah sederhana: menjaga sungai tetap bersih dan memastikan aliran air tidak terhambat.(contributor Fajar.)

About wag. gino

Check Also

DPD LDII Gunungkidul Gelar CAI ke-47 “Bentuk Karakter Pemuda Profesional Religius”

GUNUNGKIDUL, 11 Agustus 2026 — DPD LDII Gunungkidul bekerja sama dengan Pengurus Takmir Masjid Al …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *